“Chiisana karada
ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai”
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai”
Telepon genggam ku berdering…
“ Assalamu’alaikum, kenapa ris?”
“wa’alaikumsalam, Jadi berangkat
gak? Aku mau jalan nih…”
“iyaa, aku juga udah jalan kog,
kamu cepetan yaa… hampir nyampe kampus nih”
“ haha Okkee assalamu’alaikum.”
Tuut..tuut..tuutt…
“ walaah langsung di matiin” aku
menuju kampus biru ku.
Setelah sampai di kampus, aku
duduk di gazebo sambil menekan huruf-huruf keyboard netbook mungilku. Ini
kebiasaanku ketika aku sedang menunggu teman. 15 menit berlalu, setengah jam
berlalu.
“Duuh ni bocah lama amat si,
perasaan kos nya gak jauh dari sini” aku berkata dalam hati dan memasang muka
BT.
Namuun tiba-tiba aku melihat
bayangan seorang lelaki, memakai jaz abu-abu lengkap dengan celana hitam yang
rapi dan sepatu pantofel yang elegant. Sepertinya ini sekedar bayangan saja,
tapi bayangan itu mendekat. Ia duduk di bangku gazebo pas sekali di depanku,
akupun tertunduk pura-pura tak melihatnya dan dalam hati tersenyum girang.
“Subhanalloh… ternyata ini nyata,
kak Andre lebih tampan dari fotonya.” Aku berkata dalam hati.
Aku mengenal orang ini lewat
dunia maya, terakhir ia mengirim pesan ketika aku baru di terima di Universitas
Kusuma Bangsa. Ternyata kita satu fakultas meski lain jurusan dan aku mulai
mengkhayal tentang dia.
“Jangan mengkhayal yang
aneh-aneh!!” tiba-tiba kalimat ini terdengar dari telingaku dan aku tidak tau
datangnya dari mana.
“heh! Mut… udah lama niih?? Hehe”
sambil senyum-senyum bermuka tak berdosa.
“ya elaaahh…. Kamu tuh di
tungguin dari tadi juga, ini udah jam berapa? Seminar udah hamper selesai lah
gimana coba??” aku kesal namun sambil tesenyum.
“ya udaahh ga usah ikut yah… di
sini aja sih, aku mau online nih hahaha”
“aahhh dasaaarr kamu mah online
mulu…tapi aku juga masih betah disini…hehe”
Jam menunjukkan angka 12:00. Aku dan Riska menuju musola untuk
menunaikan sholat dzuhur. Dan disitu aku melihat kak Andre sedang melepas
sepatunya sambil bercanda dengan teman-temannya. Aku langsung mengambil air
wudlu dan bersiap-siap untuk sholat berjama’ah.
***
Ketika malam datang, di temani gerimis yang tiada henti dari
tadi aku bercerita kepada teman sekamarku tentang apa yang aku lihat tadi
siang. Sayang sekali ia Cuma ber-cia ciee saja.. ahh gak asiikk. Lalu kami
larut dalam kesibukan masing-masing. Kebiasaan kami ketika malam minggu seperti
ini, Cuma buka FB bermain di dunia maya (resiko orang jomblo hehehe). Setelah
ku buka ternyata ada pesan dari Fino teman kecilku, kami tidak pacaran bukan
saudara juga tapi kami sudah seperti kakak dan adik karena kedua ibu kami
berteman.
Fino Van Java
“beb, aku minta nomer Hp mu… ada hal penting nih, cepet yaa,,,
thanks :D”
Fira De Angelo
“ini bek, 085327015305.”
Sambil ku buka lagi, ada sebuah
notifications “Bony dan Bona” coment on your status. Setelah ku buka waaw aku
kaget…
“gilaaa,,, hampir seratuus aku
coment-comenan sama dia! Ahh boseenn resee’ bangeet si ni anak” aku berkata
dalam hati.
Sejam berlalu, di layar Hp ku
tertera nomer baru mengirim pesan.
+6285789677XXX
“beb, ini nomerku Fino Van java”
Jawab :
“okke, ada hal penting apa bek?”
sambil ku save nomernya.
Fino Bebek
“iya nih, tgl 14 bsok d rmh ga?
Da acr reuni cah-cah “SEMUT” dating ya.. aku panitianya niih!”
Jawab :
“ waahh… tgl 14 ya? ak msih
disini…
Maaf, kya’a aku ga bisa datng. Cz
ak plang tgl 16…
Salam aja buat tmen2 yg pd dtg J”
Fino Bebek
“ haalaahhh…. Km kog gitu sih!!!”
Jawab :
“nhaa lhoo terus gmna
maumu??ckckck”
Stelah itu tidak ada jawaban dari
Fino lagi.
“nyebelin banget ni orang.” Aku
menggerutu.
***
Setelah sebulan berlalu aku pun
pulang ke kota kecilku tercinta, melepas kerinduan dengan keluarga dan
teman-teman. Suatu hari aku berjalan menuju sebuah tempat nongkrong kami
sewaktu SMA dulu, tiba-tiba di perempatan jalan aku berpapasan dengan kakak
kelasku sewaktu SMA. Mas Nicky, salah satu orang yang mengispirasiku tentang
kerendahan hati, kesederhanaan, dan semangatnya. Sebenarnya masih banyak lagi
tapi itu yg sangat aku rasakan.
“lhooo dek,,, gimana kabar?? J” mas
Nicky menyapaku sambil tersenyum simpul.
“Alhamdulillah baik mas, mas Nicky gmna? Lama gak ketemu… J” sambil terbata.
“Alhamdulillah aku juga baik, sekarang kamu di Semarang ya dek?
Betah gak di sana? J”
“iya mas… ya gitu deh, namanya juga jauh dari orang tua, betah
gak betah harus di betahin mas,,, hehe”
“iya ga papa dek, sambil prihatin yaa J sambil latihan mandiri biar ga jadi anak mami…
hahaha” tawanya renyaah.
“yee apaan sih mas, aku juga anak papi kaliii.. haha J”
“haha… iya-iyaa, ngomong-ngomong kamu mau kemana si?”
“biasa mas, tuuhh temen-temen dah di sana.” Sambil ku tunjuk
tempat yang akan aku datangi.
“owalaah…. Ya udah kalo gitu, kapan-kapan ngobrol lagi. Tetap
semangat belajar ya dek J. Aku
duluan ,Assalamu’alaikum.. J” sambil
menganggukkan kepala.
“iyaa mas… SIAP!! Wa’alaikumsalam…. J” aku pun menganggukan kepala.
Yaah meskipun
pertemuan yang singkat, tapi bisa mengobati kerinduanku selama 1 tahun. Aku
melanjutkan perjalananku sambil tersenyum dalam hati dan rasanya jantung masih
berdebar kencang.
***
Setelah aku kembali ke kota
rantauan lagi, perlahan menyusuri jalan yg biasa aku lewati. Dari kampus aku
biasa melewati jalan itu, tiba-tiba aku ingin sekali berhenti di sebuah taman
kecil, dan aku duduk di sebuah bangku taman yang indah d pandang mata. Ketika aku
termenung suara itu pun terdengar lagi,
“coba kamu pandang ke atas sana”
dan aku mengikuti petunjuknya.
“ Dia memang baik, tampan, cerdas, bijaksana, penuh tanggung
jawab, dan pastinya soleh. Tapi lihatlah di sebelahnya, seorang wanita yang
anggun duduk disampingnya mungkin wanita ini akan menemaninya sampai akhir
hayatnya”
“ Aahh bukan dia,,,dia terlalu
sempurna untukku dan dia sudah punya kekasih.” hatiku berkata dan bayangan
andre pun lenyap seketika.
“coba kamu pandang kearah
kananmu. Dia seorang yang kamu tunggu selama 3 tahun, dia memang baik, penuh
tanggung jawab, perhatian, bisa serius juga bisa menghiburmu,sampai -sampai
kamu pun tenggelam pada dirinya tak membuka hatimu untuk orang lain, namun
kenyataannya dia hanya menganggapmu sebagai adik. Tepatnya ADIK KELAS!”
“ Hmmm…. Sebenernya mas nicky tuh
standar gak ganteng, juga gak jelek. Sejak pertama kenalan kenapa bias gitu
ya?? (mikiir). Adik kelas, sikap dia ke aku juga sama seperti sikap dia sama
temen-temenku yang lain. Setahun gak ketemu semakin melupakan rasa ini
untuknya, tapi masih saja ada bayangannya! Aaarrghhh….” Bayangan mas nicky
melayang di kepalaku.
“ Sudah… lupakan nicky! Coba
lihatlah ke arah bawahmu. Dia memang kocak, dia baik tapi terkadang juga nyebelin, dan kamu selalu
kangen kejailannya itu kan? Namuun cobalah kamu berfikir lagi, dia hanyalah
teman dalam dunia mayamu, tidak lebih dari itu.”
“haallaahh… kenapa ini orang yang
muncul!!! Sama sekali bukan diaa.. “
bayangan si bon-bon langsung pecah.
“naah lihat lagi kearah kirimu.
Dia teman masa kecilmu, dia hanyalah cinta monyet di masa lalumu. Dia memang
selalu menghiburmu tapi lihatlah sekarang apa yang kamu fikirkan tentang dia??”
“ Sekarang dia menghubungi aku
ketika ia sedang butuh saja, tapi saat ini gmana kabarnya ya?? Hmm…” bayangan Fino
langsung pudar ketika terdengar suara itu lagi.
“cobalah lihat belakangmu. Dia
hanya saudara jauhmu, mungkin itu hanya rasa sementara ketika kamu bertemu
dengan orang setampan dia.”
“iya… aku ingat 6 tahun yang
lalu,pertemuan itu cuma sekejap dan rasa yang bergetar di dalam tubuhku sangat
dahsyat, entah itu apa aku pun tidak tahu. Pertemuan yang Cuma sekali itu
membuat aku tidak ingat lagi akan wajahnya …” bayangan arga samar-samar dan
lenyap menghilang.
“Dan yang terakhir, cobalah kamu
pandang arah depanmu. Dia entah siapa dia masih terlihat samar jika kau
pandang, mungkin salah satu dari kelima orang tersebut atau bahkan orang lain
yang lebih pantas untuk masa depanmu. Suatu hari kau akan bertemu dengan dia.
Jika kau bersabar, semuanya akan indah pada waktunya J”
Suara itu telah menghilang,
sementara aku masih duduk terpaku di bangku taman indah.
“ Yaa… aku tau! (senyum semangat)
terima kasih suara-suara aneh yang tiba-tiba datang tiba-tiba pergi J kini aku tau maksud ini semua, mulai sekarang,
mulai detik ini juga… aku serahkan masa depanku kepada Alloh sang Maha
Pencipta, biarkan aku mengikuti arah alirannya yang akan bermuara di sebuah
tempat yang paling indah. I believe it… J” sambil
tersenyum dan bayangan mereka langsung pecah seketika dari mataku.
Setelah itu, aku melangkah menuju
rumah kedua ku di kota asing ini. 10 menit berlalu aku pun sampai di sebuah kos
kecil di gang merpati. Tiba – tiba terdengar suara Doooorrrr……. Suara petasan
yang mengagetkanku.
“astghfirulloh…” sambil membuka
pintu kamar 70.
“Surpraise…. Happy Birthday mumu
Hahahaha” teriak teman – temanku.
Mereka sungguh kompak
mengagetkanku. Mereka ingat sekarang ulang tahun ku, sementara aku lupa. Kami
selalu begini, setiap ada yang ulang tahun kami selalu memberi surprise…
teman-temanku ini termasuk harta yang sangat berharga bagiku, mereka yang
selalu menemani hari-hariku di saat suka maupun duka.
“aahhhh kaliiiaaaaaaaaaannn…….”
Aku terisak sambil tersenyum dan kami berpelukan.
TERIMAKASIIH TEMAN – TEMANKU…. I
will always love you… J
-The End-