Welcome to my Blog


Kamis, 15 November 2012

SUARA HATI


“Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai”

Telepon genggam ku berdering…
“ Assalamu’alaikum, kenapa ris?”
“wa’alaikumsalam, Jadi berangkat gak? Aku mau jalan nih…”
“iyaa, aku juga udah jalan kog, kamu cepetan yaa… hampir nyampe kampus nih”
“ haha Okkee assalamu’alaikum.” Tuut..tuut..tuutt…
“ walaah langsung di matiin” aku menuju kampus biru ku.
Setelah sampai di kampus, aku duduk di gazebo sambil menekan huruf-huruf keyboard netbook mungilku. Ini kebiasaanku ketika aku sedang menunggu teman. 15 menit berlalu, setengah jam berlalu.
“Duuh ni bocah lama amat si, perasaan kos nya gak jauh dari sini” aku berkata dalam hati dan memasang muka BT.
Namuun tiba-tiba aku melihat bayangan seorang lelaki, memakai jaz abu-abu lengkap dengan celana hitam yang rapi dan sepatu pantofel yang elegant. Sepertinya ini sekedar bayangan saja, tapi bayangan itu mendekat. Ia duduk di bangku gazebo pas sekali di depanku, akupun tertunduk pura-pura tak melihatnya dan dalam hati tersenyum girang.
“Subhanalloh… ternyata ini nyata, kak Andre lebih tampan dari fotonya.” Aku berkata dalam hati.
Aku mengenal orang ini lewat dunia maya, terakhir ia mengirim pesan ketika aku baru di terima di Universitas Kusuma Bangsa. Ternyata kita satu fakultas meski lain jurusan dan aku mulai mengkhayal tentang dia.
“Jangan mengkhayal yang aneh-aneh!!” tiba-tiba kalimat ini terdengar dari telingaku dan aku tidak tau datangnya dari mana.
“heh! Mut… udah lama niih?? Hehe” sambil senyum-senyum bermuka tak berdosa.
“ya elaaahh…. Kamu tuh di tungguin dari tadi juga, ini udah jam berapa? Seminar udah hamper selesai lah gimana coba??” aku kesal namun sambil tesenyum.
“ya udaahh ga usah ikut yah… di sini aja sih, aku mau online nih hahaha”
“aahhh dasaaarr kamu mah online mulu…tapi aku juga masih betah disini…hehe”
Jam menunjukkan angka 12:00. Aku dan Riska menuju musola untuk menunaikan sholat dzuhur. Dan disitu aku melihat kak Andre sedang melepas sepatunya sambil bercanda dengan teman-temannya. Aku langsung mengambil air wudlu dan bersiap-siap untuk sholat berjama’ah.
***
Ketika malam datang, di temani gerimis yang tiada henti dari tadi aku bercerita kepada teman sekamarku tentang apa yang aku lihat tadi siang. Sayang sekali ia Cuma ber-cia ciee saja.. ahh gak asiikk. Lalu kami larut dalam kesibukan masing-masing. Kebiasaan kami ketika malam minggu seperti ini, Cuma buka FB bermain di dunia maya (resiko orang jomblo hehehe). Setelah ku buka ternyata ada pesan dari Fino teman kecilku, kami tidak pacaran bukan saudara juga tapi kami sudah seperti kakak dan adik karena kedua ibu kami berteman.
Fino Van Java
“beb, aku minta nomer Hp mu… ada hal penting nih, cepet yaa,,, thanks :D”
Fira De Angelo
“ini bek, 085327015305.”
Sambil ku buka lagi, ada sebuah notifications “Bony dan Bona” coment on your status. Setelah ku buka waaw aku kaget…
“gilaaa,,, hampir seratuus aku coment-comenan sama dia! Ahh boseenn resee’ bangeet si ni anak” aku berkata dalam hati.
Sejam berlalu, di layar Hp ku tertera nomer baru mengirim pesan.
+6285789677XXX
“beb, ini nomerku Fino Van java”
Jawab :
“okke, ada hal penting apa bek?” sambil ku save nomernya.
Fino Bebek
“iya nih, tgl 14 bsok d rmh ga? Da acr reuni cah-cah “SEMUT” dating ya.. aku panitianya niih!”
Jawab :
“ waahh… tgl 14 ya? ak msih disini…
Maaf, kya’a aku ga bisa datng. Cz ak plang tgl 16…
Salam aja buat tmen2 yg pd dtg J
Fino Bebek
“ haalaahhh…. Km kog gitu sih!!!”
Jawab :
“nhaa lhoo terus gmna maumu??ckckck”
Stelah itu tidak ada jawaban dari Fino lagi.
“nyebelin banget ni orang.” Aku menggerutu.
***
Setelah sebulan berlalu aku pun pulang ke kota kecilku tercinta, melepas kerinduan dengan keluarga dan teman-teman. Suatu hari aku berjalan menuju sebuah tempat nongkrong kami sewaktu SMA dulu, tiba-tiba di perempatan jalan aku berpapasan dengan kakak kelasku sewaktu SMA. Mas Nicky, salah satu orang yang mengispirasiku tentang kerendahan hati, kesederhanaan, dan semangatnya. Sebenarnya masih banyak lagi tapi itu yg sangat aku rasakan.
“lhooo dek,,, gimana kabar?? J” mas Nicky menyapaku sambil tersenyum simpul.
“Alhamdulillah baik mas, mas Nicky gmna? Lama gak ketemu… J” sambil terbata.
“Alhamdulillah aku juga baik, sekarang kamu di Semarang ya dek? Betah gak di sana? J
“iya mas… ya gitu deh, namanya juga jauh dari orang tua, betah gak betah harus di betahin mas,,, hehe”
“iya ga papa dek, sambil prihatin yaa J sambil latihan mandiri biar ga jadi anak mami… hahaha” tawanya renyaah.
“yee apaan sih mas, aku juga anak papi kaliii.. haha J
“haha… iya-iyaa, ngomong-ngomong kamu mau kemana si?”
“biasa mas, tuuhh temen-temen dah di sana.” Sambil ku tunjuk tempat yang akan aku datangi.
“owalaah…. Ya udah kalo gitu, kapan-kapan ngobrol lagi. Tetap semangat belajar ya dek J. Aku duluan ,Assalamu’alaikum.. J” sambil menganggukkan kepala.
“iyaa mas… SIAP!! Wa’alaikumsalam…. J” aku pun menganggukan kepala.
          Yaah meskipun pertemuan yang singkat, tapi bisa mengobati kerinduanku selama 1 tahun. Aku melanjutkan perjalananku sambil tersenyum dalam hati dan rasanya jantung masih berdebar kencang.
***
Setelah aku kembali ke kota rantauan lagi, perlahan menyusuri jalan yg biasa aku lewati. Dari kampus aku biasa melewati jalan itu, tiba-tiba aku ingin sekali berhenti di sebuah taman kecil, dan aku duduk di sebuah bangku taman yang indah d pandang mata. Ketika aku termenung suara itu pun terdengar lagi,
“coba kamu pandang ke atas sana” dan aku mengikuti petunjuknya.
“ Dia memang baik,  tampan, cerdas, bijaksana, penuh tanggung jawab, dan pastinya soleh. Tapi lihatlah di sebelahnya, seorang wanita yang anggun duduk disampingnya mungkin wanita ini akan menemaninya sampai akhir hayatnya”
“ Aahh bukan dia,,,dia terlalu sempurna untukku dan dia sudah punya kekasih.” hatiku berkata dan bayangan andre pun lenyap seketika.
“coba kamu pandang kearah kananmu. Dia seorang yang kamu tunggu selama 3 tahun, dia memang baik, penuh tanggung jawab, perhatian, bisa serius juga bisa menghiburmu,sampai -sampai kamu pun tenggelam pada dirinya tak membuka hatimu untuk orang lain, namun kenyataannya dia hanya menganggapmu sebagai adik. Tepatnya ADIK KELAS!”
“ Hmmm…. Sebenernya mas nicky tuh standar gak ganteng, juga gak jelek. Sejak pertama kenalan kenapa bias gitu ya?? (mikiir). Adik kelas, sikap dia ke aku juga sama seperti sikap dia sama temen-temenku yang lain. Setahun gak ketemu semakin melupakan rasa ini untuknya, tapi masih saja ada bayangannya! Aaarrghhh….” Bayangan mas nicky melayang di kepalaku.
“ Sudah… lupakan nicky! Coba lihatlah ke arah bawahmu. Dia memang kocak, dia baik  tapi terkadang juga nyebelin, dan kamu selalu kangen kejailannya itu kan? Namuun cobalah kamu berfikir lagi, dia hanyalah teman dalam dunia mayamu, tidak lebih dari itu.”
“haallaahh… kenapa ini orang yang muncul!!! Sama sekali bukan diaa.. “  bayangan si bon-bon langsung pecah.
“naah lihat lagi kearah kirimu. Dia teman masa kecilmu, dia hanyalah cinta monyet di masa lalumu. Dia memang selalu menghiburmu tapi lihatlah sekarang apa yang kamu fikirkan tentang dia??”
“ Sekarang dia menghubungi aku ketika ia sedang butuh saja, tapi saat ini gmana kabarnya ya?? Hmm…” bayangan Fino langsung pudar ketika terdengar suara itu lagi.
“cobalah lihat belakangmu. Dia hanya saudara jauhmu, mungkin itu hanya rasa sementara ketika kamu bertemu dengan orang setampan dia.”
“iya… aku ingat 6 tahun yang lalu,pertemuan itu cuma sekejap dan rasa yang bergetar di dalam tubuhku sangat dahsyat, entah itu apa aku pun tidak tahu. Pertemuan yang Cuma sekali itu membuat aku tidak ingat lagi akan wajahnya …” bayangan arga samar-samar dan lenyap menghilang.
“Dan yang terakhir, cobalah kamu pandang arah depanmu. Dia entah siapa dia masih terlihat samar jika kau pandang, mungkin salah satu dari kelima orang tersebut atau bahkan orang lain yang lebih pantas untuk masa depanmu. Suatu hari kau akan bertemu dengan dia. Jika kau bersabar, semuanya akan indah pada waktunya J
Suara itu telah menghilang, sementara aku masih duduk terpaku di bangku taman indah.
“ Yaa… aku tau! (senyum semangat) terima kasih suara-suara aneh yang tiba-tiba datang tiba-tiba pergi J kini aku tau maksud ini semua, mulai sekarang, mulai detik ini juga… aku serahkan masa depanku kepada Alloh sang Maha Pencipta, biarkan aku mengikuti arah alirannya yang akan bermuara di sebuah tempat yang paling indah. I believe it… J” sambil tersenyum dan bayangan mereka langsung pecah seketika dari mataku.
Setelah itu, aku melangkah menuju rumah kedua ku di kota asing ini. 10 menit berlalu aku pun sampai di sebuah kos kecil di gang merpati. Tiba – tiba terdengar suara Doooorrrr……. Suara petasan yang mengagetkanku.
“astghfirulloh…” sambil membuka pintu kamar 70.
“Surpraise…. Happy Birthday mumu Hahahaha” teriak teman – temanku.
Mereka sungguh kompak mengagetkanku. Mereka ingat sekarang ulang tahun ku, sementara aku lupa. Kami selalu begini, setiap ada yang ulang tahun kami selalu memberi surprise… teman-temanku ini termasuk harta yang sangat berharga bagiku, mereka yang selalu menemani hari-hariku di saat suka maupun duka.
“aahhhh kaliiiaaaaaaaaaannn…….” Aku terisak sambil tersenyum dan kami berpelukan.
TERIMAKASIIH TEMAN – TEMANKU…. I will always love you… J

-The End-

Kamis, 29 Maret 2012

Diamku

Aku ingin mencintaimu karenanya
Karena ketaatan mu padanya..
Karna kau mau menerimaku apa adanya..
Kalaupun sekarang kau bukan untukku
Sungguh aku tak akan pernah kecewa
Karena cintaku hanya untuknya, pemilik sebenar-benarnya cinta..
Biarlah aku mencintaimu dalam diam ku…

# entah Allah SWT akan mengarahkan hati ini kpada siapa....dan aku yakin,, itulah yg terbaik... Cheer Up... ^_^ (Semangat karna Allah)